Niat Sholat yang sering digunakan masyarakan khususnya Indonesia saat hendak melaksanakan Sholat Fardhu.
1. Niat Sholat Sendiri, Menjadi Makmum Dan Imam
Bacaan Doa Niat Sholat Shubuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushollii fardosh-Shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati (adaa an) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua roka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Alloh Ta’ala.
Bacaan Doa Niat Sholat Dzuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushollii fardhozh-Zhuhri arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati (adaa an) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Alloh Ta’ala.
Bacaan Doa Niat Sholat 'Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushollii fardhol ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaa an) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu 'Ashar sebanyak empat roka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena Alloh Ta’ala.
Bacaan Doa Niat Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushollii fardhol Maghribi tsalaatsa roka’aatin mustaqbilal qiblati (adaa an) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga roka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Alloh Ta’ala.
Bacaan Doa Niat Sholat 'Isya
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushollii fardhol 'Isyaa’i arba’a roka’aatin mustaqbilal qiblati (adaa an) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu 'Isya’ sebanyak empat roka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena Alloh Ta’ala
2. GERAKAN BERDIRI TEGAK UNTUK ShoLAT

Berdiri tegak pada sholat fardhu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun sholat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbirotul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1. Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
2. Tangan rapat di samping badan.
3. Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
4. Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
5. Pandangan lurus ke tempat sujud.
6. Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.
3. TAKBIROTUL IHRÂM
a. Gerakan Mengangkat Kedua Tangan

ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
- Telapak tangan sejajar dengan bahu.
- Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
- Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
- Jari-jari direnggangkan.
- Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
- Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
- Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.
Catatan : Mengangkat tangan ketika sholat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbirotul ihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rokaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rokaat ketiga.
اَللّهُ اَكْبَرُ
Alloohu Akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”
Mengucapkan Takbir “Alloohu Akbar” di iringi mengangkat tangan ketika mengawali ibadah sholat, dan ketika seseorang sudah melakukan takbirotul ihram pertanda bahwa tidak boleh melakukan hal hal diluar sholat yang berarti seseorang sudah masuk dalam ibadah Sholat sehingga harus diam dan hanya mengucapkan bacaan bacaan sholat yang akan dibaca nantinya.
b. Gerakan Sedekap dalam Sholat

Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbirotul ihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
a. Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
b. Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
Ketika bersedekap, do'a yang pertama dibaca adalah do'a iftitah.
Adapun Bacaan yang diguanakan oleh masyarakat di Indonesia, ada di bawah ini :
c. Bacaan DO'A IFTITAH (Sunah)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Alloohu Akbar kabiirow-walhamdu lillaahi katsiiro, wa subhaanalloohi bukrotaw-wa’ashiila.
Artinya : “Alloh Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Alloh, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Alloh Sepanjang Pagi Dan Petang.”
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Inni Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
Artinya : “Kuhadapkan Wajahku Kepada Dzat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Alloh, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.”
4. MEMBACA SURAT AL-FATIHAH
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrohmaanirrohiim
Artinya : “Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Ar Rohmaanirrohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirroothol musthaqiim. Shiroothol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghduubi ‘alaihim waladh-dhoolliin.
Artinya : Segala puji bagi Alloh, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian baca Ayat Pada Al-Quran sangat disarankan membaca Surat-Surat pendek di Juz Amma, seperti Surat Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.
5. GERAKAN DAN BACAAN RUKU' – TUMA’NINAH

اَللّهُ اَكْبَرُ
Alloohu Akbar
Artinya : “Alloh Maha Besar”
Ruku' artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1. Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbirotul ihram.
2. Turunkan badan ke posisi membungkuk.
3. Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
4. Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongak ke atas.
5. Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
6. Pinggang direnggangkan dari paha.
7. Pandangan lurus ke tempat sujud.
Sesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu do'a ruku'.
Adapun bacaan Ruku' Sebagai Berikut :
Bacaan Do'a R U K U’
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal adzhiimi wa bi hamdih – 3 X (Tiga Kali)
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”
6. GERAKAN DAN DO'A I'TIDAL – TUMA’NINAH

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه
sami’alloohu liman hamidah
Artinya : Alloh mendengar orang yang memuji-Nya.
I'tidal adalah bangkit dari ruku'. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbirotul ihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’alloohu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri, Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah. Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadist / dalilnya. Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa saat i'tidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.

Sesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu do'a i'tidal.
Bacaan Do'a I’TIDAL
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
Robbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya : “Ya Alloh ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
7. GERAKAN DAN BACAAN SUJUD – TUMA’NINAH
Kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan sujud seraya membaca “Alloohu Akbar” dengan kedua lutut terlebih dulu, yakni meletakkan Dahi dan Hidung, Kedua Telapak Tangan, kedua lutut dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat).
اَللّهُ اَكْبَرُ
Alloohu Akbar
Artinya : “Alloh Maha Besar”

Bacaan Do'a SUJUD dalam Sholat
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana robbiyal a’la wa bi hamdih. 3x
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x
Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadist riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
1. wajah (kening dan hidung),
2. dua telapak tangan,
3. dua lutut, dan
4. dua ujung telapak kaki.
Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.
1. Turunkan badan dari posisi i'tidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
2. Letakkan kedua lutut ke lantai.
3. Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
4. Letakkan kening dan hidung ke lantai.
5. Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
6. Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
7. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
8. Renggangkan pinggang dari paha.
9. Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
10. Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.
8. GERAKAN DAN BACAAN IFTIRASY – TUMA’NINAH (GERAKAN DUDUK ANTARA DUA SUJUD)
اَللّهُ اَكْبَرُ
Alloohu Akbar
Artinya : “Alloh Maha Besar”
Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Alloohu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna [menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas (lantai/tanah) menghadap kiblat]

Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
1. Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
2. Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Pandangan lurus ke tempat sujud.
9. Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.
Bacaannya Sebagai Berikut :
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya : “Ya Alloh, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
Kemudian sujud lagi kemudian duduk sejenak kemudian bangun dari duduk untuk mengerjakan roka'at ke dua sambil mengucap “Alloohu Akbar”, baca Al Fatihah, baca surat Al-Quran yang pendek, Ruku, I'tidal, Sujud, duduk diantara dua sujud dan baca do'anya, sujud lagi, duduk tasyahud awal seperti gambar dibawah ini :
kemudian baca tasyahud/tahiyat awal
"Attahiyyaatul mubaarokatush-sholawaatuth-thoyyibaatulillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu an laa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna Muhammadar Rosuulullooh. Alloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad,
Artinya : Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah’. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alh.h. Ya Allah ! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”.
Selesai Tahiyat Awal, lalu berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Alloohu Akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga (cara-caranya sama seperti roka’at pertama (tanpa dimulai membaca do’a Iftitah dan sesudah membaca surat Al-Fatihah tidak membaca surat pendek maupun ayat-ayat Al-Qur’an).
Duduk Tasyahud Akhir (Duduk Tawarruk)
Bangkit dari sujud sambil membaca takbir dan duduk dalam posisi Tasyahud Akhir yaitu duduk Tawarruk.
اَللّهُ اَكْبَرُ
Alloohu Akbar
Artinya : “Alloh Maha Besar”
Setelah sujud yang ke dua kemudian melakukan Doa Tahiyat Akhir dengan cara duduk tasyahud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahud Akhir ini hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Tasyahud akhir adalah duduk tawarruk. Caranya adalah.
1. Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
2. Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ،
،
At-tahiyyaatul mubaarokatush-sholawaatuth-thoyyibaatulillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu an laa ilaaha illalloohu wa asyhadu anna Muhammadar Rosuulullooh.
Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (sholawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Alloh. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Alloh semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Alloh semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Alloh yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.Ya Allah,
MEMBACA SHOLAWAT IBROHIMIYAH
Sholawat Ibrohimiyah yang lebih sempurna yaitu :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Alloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, Wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa Sayyidinaa Ibroohiim, wa ‘alaa aali Sayyidinaa Ibroohiim, wa baarik ‘ala Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad, kamaa baarokta ‘alaa Sayyidinaa Ibroohiim wa ‘alaa aali Sayyidinaa Ibroohiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Sholawat) untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada Nabi Ibrohim dan kepada keluarga Nabi Ibrohim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrohim dan kepada keluarga Nabi Ibrohim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).
Jika Sholat Shubuh di roka'at kedua setelah do'a i'tidal disarankan membaca do'a qunut shubuh
membaca doa qunut sangat dianjurkan.
Dalam Madzhab Imam Syafi'i, membaca doa qunut dalam shalat shubuh hukumnya adalah sunnah ab'ad. Yang artinya, membaca doa qunut dalam shalat shubuh sangat dianjurkan. Apabila lupa melaksanakannya, maka diganti dengan melakukan sujud syahwi.
Imam Muslim, dari Jabir berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُوْلُ الْقُنُوْتِ
Artinya: “Sholat yang paling utama adalah sholat yang panjang (bacaan) qunutnya.”
Berikut ini Do'a Qunut :
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bacaan latin:
"Allohummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thoit, wa qini bi rohmatika syarro ma qodhoit, fa innaka taqdhi wa la yuqdho ‘alaik, wa innahu la yadzillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarokta robbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qodhoit, astagfiruka wa atubu ilaik, wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam."
Artinya:
"Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku atas apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dengan kasihmu dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan.
Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya."
setelah do'a qunut kemudian sujud pertama dan sujud ke dua kemudian pada posisi duduk tawarruk maka baca do'a tahiyat akhir/tasyahud akhir di roka'at kedua sebagai berikut :
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Jika Sholat Magrib maka bacaan tahiyat akhir/tasyahud akhir di roka'at ketiga( setelah sujud ke dua selesai, pada posisi duduk tawarruk maka langsung baca tahiyat akhir)
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Jika Sholat Dzuhur, 'Ashar dan 'Isya selesai roka’at ketiga, langsung mengerjakan roka’at keempat (cara-caranya sama seperti roka’at kedua, hanya saja setelah sujud terakhir (sujud kedua) lalu duduk kaki bersilang (tawarruk) lalu baca tasyahud akhir / tahiyat akhir.
11. GERAKAN SALAM

Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam sholat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.
Adapun bacaan salam sebagai berikut :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
salam ke arah kanan seraya mengucapkan: “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLOOH, dan salam ke arah kiri seraya mengucapkan ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLOOH (Semoga keselamatan dan rahmat Alloh limpahkan kepadamu)